19 July 2009

.:ISRA' MI'RAJ & SOLAT:.


Allah berfirman dalam pembukaan surah Al Isra’:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dari ayat ini bisa kita ambil beberapa pelajaran:

Pertama - bahawa yang Allah isra’kan adalah hamba-Nya (abduhu).

Kata hamba maksudnya adalah Rasulullah saw. Ini merupakan deklarasi dari Allah bahawa Rasulullah saw adalah contoh hamba-Nya. Dialah yang harus dicontohi untuk mencapai darjat kehambaan. Tidak ada yang layak menjadi idola dalam perjalanan menuju Allah kecuali Rasulullah saw. Mengapa?


(a) Allah memuji akhlaknya: “Wa innaka la’alaa khuluqin adziim (Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung)” (QS. Al Qalam:4).
(b) Rasulullah saw. dijamin masuk syurga, maka siapa yang ingin masuk syurga tidak ada pilihan kecuali dengan mencontohinya.

(c) Perbuatan Rasulullah adalah terjemahan hidup dari Al Qur’an. Maka tidak mungkin seseorang faham maksud Al Qur’an tanpa merujuk kepada sirahnya.


Kedua - bahawa isra’ mi’raj ini terjadi hanya 1 malam.

Kata
lailan pada ayat di atas, yang ertinya “pada suatu malam” adalah penegasan terhadap makna tersebut. Dari sini nampak bahwa kejadian Isra’ mi’raj adalah mu’jizat. Sebab perjalanan sejauh itu di tambah lagi dengan naik ke langit lapis tujuh sampai ke sidratul muntaha adalah jarak yang tidak mungkin ditempuh dengan kenderaan apapun yang dimiliki manusia baik pada saat itu mahupun pada zaman teknologi yang sangat canggih seperti sekarang ini.

Untuk mencapai bintang terdekat saja dari bumi dengan menaiki pesawat tercepat di dunia “Challanger” dengan kecepatan 20 ribu km per jam, para ilmuwan mengatakan itu memerlukan 428 tahun.


Sungguh luar biasa kejadian isra’ mi’raj sebagai bukti keagungan Allah sekaligus, sebagai bukti bahwa manusia bagaimana tinggi pun ilmunya masih tetap tiada apa2 jika dibandingkan dengan Kekuasaan Allah swt.


Ketiga
- Diikatnya antara dua masjid: masjid Al haram dan masjid Al Aqsa menunjukkan beberapa hal:

(a) bahwa Allah swt. sangat mencintai masjid.

(b) bahwa semua bumi ini diciptakan oleh Allah untuk tempat bersujud.

(c) bahwa semua masjid di manapun berada adalah sama, milik hamba-hamba Allah.

(d) bahwa siapapun yang mengaku beriman ia pasti mencintai masjid dan meramaikannya.



Allah berifirman:
“Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. At Taubah:18).

Kerana dalam sejarah kita menyaksikan nabi saw. selalu membangunkan masjid setiap kali singgah di suatu tempat.


Keempat - kata masjid melambangkan ibadah solat. Dan perjalanan Isra’ mi’raj juga bukti penerimaan ibadah solat, langsung dari Allah swt. Tidak ada ibadah dalam Islam yang diserahkan langsung oleh Allah kepada Rasulullah saw. kecuali solat. Selain solat semua ibadah diterima melalui malaikat Jibril a.s. Dari sini nampak betapa agungnya ibadah solat.

Dalam pembukaan surah Al Mu’minuun ketika Allah swt. menyebutkan
ciri-ciri orang mu’min yang bahagia..

penyebutan itu dimulakan dengan solat “
alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uun” dan ditutup dengan solat “walladziina hum ‘alaa shalawaatihim yuhaafidzuun”.

Para ulama tafsir ketika menyingkap rahsia ayat ini mengatakan bahwa itu menunjukkan pentingnya solat. Bahwa
solat merupakan barometer ibadah-ibadah yang lain. Bila solat seseorang baik, maka bisa dipastikan ibadah-ibadah yang lain akan ikut baik. Sebaliknya bila solat seseorang tidak baik, maka kemungkinan terjadi ibadah-ibadah yang lain tidak akan baik.

Itulah makna ayat: “
Inna solaata tanhaa ‘anil fahsyaai wal mungkar (sesungguhnya solat pasti akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar)” (QS. Al Ankabuut: 45).

Di hari Kiamat pun kelak demikian. Solat tetap menjadi barometer ibadah-ibadah yang lain.
Kerana itu Nabi saw. bersabda:

Awwalu maa yuhasabu bihil ‘abdu yaumal qiyaamati ashshalaatu (yang pertama kali kelak di hisab pada hari Kiamat adalah ibadah shalat)”.

“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang – orang yang khusyu’..”
(Al – Baqarah:45)

Wallahu a’lam..

sumber: dakwatuna (telah diedit)


**Info bulan Rejab : link

**Ceramah Sirah Isra' Mi'raj by Dr.Asri :


**Sama2 kita jadikan sirah perjalanan isra' mi'raj ini sebuah perjalanan menuju kesempurnaan.. Mari menjadi insan plg bahagia..

Rasulullah bersabda,
“Pusat kebahagianku dijadikan terletak dalam solat.”
(HR Muslim)


**Perbanyakkanlah ibadah seperti berpuasa sunat dll pada bulan Rejab & Syaaban ini. Sama2 kita nantikan Ramadhan yg dirindui..Moga Allah terima amal ibadah kita & semoga menjadi lebih baik~ameen..;)


**Ana masih dlm fatrah exam, hanya copy paste & edit yg mampu tika ini. Seperti biasa, doakan kejayaan ana ye..ameen. :)


"RedhaMu Rabbi Kemuncak Impianku~"
Al-Faqirah iLa Allah

.:'abid sakina:.
27 Rejab 1430H/20 Julai 2009

2 .:KoMeN:.:

mühd sÿfq said...

salam ziarah :)

nurul88 said...

ws..trima ksh atas ziarahnya :)

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...